Senin, 26 Januari 2015

Wisata Puncak Gunung Lawu Dan Mitosnya

Assalamu'alaykum sobat...

dalam episode kali ini saya ingin berbagi sedikit pengalaman dan sedikit mengulas mitos gunung lawu, sesuai judul yuk langsung saja ke TKP...

gunung lawu adalah salah satu gunung yang letaknya dikepulauan jawa, tepatnya di antara perbatasan jawa tengah dan jawa timur,gunung ini memiliki ketinggian 3265 meter dari permukaan laut (MDPL), konon para ahli sejarah gunung ini menyimpan mitos-mitos yang salah satunya adalah orang daerah cepu tidak boleh mendaki di gunung ini,lantaran kutukan prabu Brawijaya (raja majapahit),kerajaann ini sangat luas kekuasaannya, bahkan bila digambarkan pada zaman sekarang kekuasaannya itu hingga negara tetangga singapura dan malaysia,pada masa itu raja ini menganut ajaran agama hindu, setelah beberapa tahun kemudian prabu Brawijaya ini memiliki keturunan yang bernama raden Patah, seiring waktu terus berjalan raden semakin dewasa dan akhirnya memeluk agama islam berkat dakwah para sunan-sunan walisongo, dikemudian hari raden ini mendirikan kerajaan islam dikawasan demak, setelah itu raden berniat mengajak ayahanda untuk memeluk agama islam, namun nahasnya ayahnya menolak, karena sang prabu begitu sayang kepada raden, maka dia memutuskan untuk melarikan diri daripada harus berperang melawan anaknya sendiri, dikejar-kejarlah sang prabu dengan prajurit-prajurit demak,dari pelarian itu sang prabu sembunyi dilereng gunung lawu, tepatnya di karanganyar jawa tengah,disanalah sang prabu ini mendirikan sebuah candi, namanya candi sukuh, namun nahas candi yang dibangun belum sempat selesai sang prabu keburu ketahuan oleh prajurit demak,maka larilah lagi sang prabu itu ke arah timur yang tepatnya di desa Gumeng dusun cetho,disana dia membuat candi lagi,yang namanya candi cetho,lagi-lagi sang prabu ketahuan, kini bukan prajurit demak yang mengejarnya, melainkan prajurit kerajaan cepu,kerajaan cepu ini adalah musuh bebuyutan kerajaan majapahit,dan akhirnya sang prabu melarikan diri ke arah puncak gunung lawu,karena dia merasa kesal ulah prajurit cepu,maka sang prabu mengeluarkan sumpatan atau kutukan "barang siapa keturunan kerajaan cepu atau orang cepu yang hendak mendaki gunung ini,maka dia akan mendapat malapetaka atau turun tidak selamat" dan sampai kini mitos tersebut diyakini beberapa penduduk masih berlaku. sekian ulasan mengenai mitos.
     bila anda sekalian yang berminat untuk berkunjung ke puncak ini. anda bisa melewati 4 jalur yaitu dari jalur jogorogo Ngawi jawa timur,cemoro sewu Magetan jawa timur,dekat candi cetho Karanganyar jawa tengah dan cemoro kandang Karanganyar jawa tengah, namun dari keempat penjuru rute tersebut hanya dua yang dibuka resmi untuk umum, yaitu dari cemoro sewu dan cemoro kandang, uniknya dari kedua rute ini hanya berjarak kurang lebih 300 meter saja, karena dekat sekali dengan perbatsan propinsi, perbedaan antara kedua rute ini yaitu dari cemoro sewu lebih cepat sampai ke puncak namun treck-nya agak menanjak,untuk cemoro kandang yaitu kebalikanya,bagi anda yang kehabisan bekal jangan khawatir,karena di puncak terdapat warung,bahkan warung ini masuk dalam kategori warung tertinggi di indonesia,bahkan sedunia mungkin, dulu pas saya mendaki saya sempat tanya mengenai harga nasi per porsinya,yaitu Rp13.000/porsi, jikalau anda membawa bekal sendiri semisal pop mie anda bisa beli air panasnya saja, dengan merogoh kocek Rp2.000, dan disana nanti anda akan menemui mata air juga kok, yang konon dulu mata airnya juga digunakan prabu Brawijaya, dan anda akan menemui banguan rumah kecil yang konon juga digunakan tempat bersemayamnya sang prabu, nah saya rasa cukup informasinya,untuk lebih lanjut bisa lihat foto saya dibawah ini..















sekian....
wassalamu'alaykum...(@_@)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar