Sabtu, 05 Oktober 2013

Perjuangan Petani Di Sawah

assalamu'alaykum wr.wb

  beginilah sekiranya kehidupan kami yang telah ditakdirkan hidup dikampung, dengan penuh semangat dan tekat yang bulat hari demi hari pun kita jalani disawah, panasnya terik matahari tak mematahkan semangat kita untuk melanjutkan generasi yang ditinggalkan oleh nenek moyang kita dahulu, bisa teman-teman lihat foto disamping kurang lebih begitulah situasi saya semenjak masih bantu-bantu nenek dikampung, menjadi petani sebenarnya tidak mudah dan penuh tantangan, setiap 3 bulan sekali memanen hasil tanaman yanng kita petik yaitu padi, dari awal tandur / menanam padi perlu pemeliharaan khusus mulai dari pengairan tanaman yang rutinitas dilakukan seminggu 2 kali,selain itu matun / pencabutan tanaman yang sekiranya mengganggu tanaman padi, seperti halnya rumput liar, semanggi dan lain sebagainya.
  untuk pemupukan dilakukan setelah yakin bahwa benar-benar bersih dari tanaman yang sekiranya menggangu padi, tidak sedikit biaya yang telah dikeluarkan dari para petani, dan itu pun hasil panenannya terkadang belum tentu maksimal, alias belum hama tikus,walang, dan burung pemakan padi, petani yang hendak melihat pengairan disawah yang rentan beresiko digigit ular atau hewan yang berbahaya lainnya, sungguh itu pengalaman yang akau rasakan ketika hidup dikampung, bila bukan para petani siapa lagi yang membantu bahan pangan pokok yang setiap harinya kita makan, biarpun mereka telah dipandang rendah, namun jasa-jasa mereka tidak mudah di anggap sepele.
  namun bila begitu hidup dikampung ada kalanya asyik, memang seru kok hidup dikampung itu selain bebas polusi udara dan kemacetan, dikampunglah tempat yang asri nan elok...karena udara segar pun tidak ketinggalan untuk menemani pemandangan yang indah, petani itu seorang pahlawan teman...janganlah kita anggap rendah dihadapan kita semua, karena belum tentu kita bisa seperti mereka yang hidup tangguh sampai sekarang ini, sebagai warga indonesia haruslah kita bersyukur karena kita semua dalam posisi sejuk bisa menanam tanaman yang bisa kita tanam, tidak seperti di negara-negara lain yang hanya banyak gurun-gurun yang tanahnya gersang tidak bisa untuk bercocok tanam.
  saya sebagai asli orang kamnpung tidaklah malu bila bergaul sama orang kota dan itu karena prinsip-prinsip jiwa orang kampung yang selalu merendah hati tidak malu bila kedok kita asli seorang petani, semangat bagi para petani semangat para penduduk kampung dan semangat indonesia, indonesia paling banyak yang punya SDM sarjan petani lohh..bersyukur banget  kita punya para ahli dalam bercocok tanam, dan semoga itu akan menjadi bangkitnya indonesia supaya indonesia tidak selalu bergantug pada beras sembako dari luar negeri yang terkadang di import oleh pemerintah.

sekian :-)

wassalamu'alaykum wr.wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar